PADANG, (DESEMBER).
Pemko Padang akan segera membangun Pasar Inpres I, II dan III di kawasan Pasar Raya Padang yang runtuh akibat gempa 30 September 2009 lalu dengan bangunan berlantai empat. Sebelum proses pembangunan dilaksanakan, Pemko Padang telah mendatangkan konsultan nasional untuk mengkaji dan menganggarkan pagu dananya dengan membuatkan studi kelayakan dengan umur pakai 30-40 tahun. Walikota Padang, Fauzi Bahar mengemukakan hal itu dalam jumpa pers di Aula Balaikota Padang, Jumat (4/11) usai melakukan kunjungan ke Pasar Raya Padang bersama beberapa konsultan nasional serta beberapa SKPD terkait. Dikatakan, dibangunnya pasar Inpres I, II dan III direncanakan empat lantai memiliki 2.000 unit kios yang dileng kapi tangga elektronik berupa lift, drainase dan penerangan listrik dan pada lantai IV akan dibangun shelter. "Shelter dibangun, sekaligus tempat pendaratan helikopter atau sebagai tempat evakuasi tsunami bagi warga pada radius 1 kilometer yang bisa menampung 12.000 warga," katanya Dalam pembangunan pasar tradisioanl ala modern ini akan dibangun di atas tanah seluas 13.600 m2 menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) “Dengan adanya peninjauan kali ini, Pemko Padang bersama konsultan dapat menganggarkan pagu dananya sehingga dalam waktu dekat ini didapatkan hasil studi kelayakan. Setelah itu Pemko Padang akan mengajukannya ke pusat,” ujar Fauzi Dalam pembangunan Pasar Raya Padang yang rusak itu tidak ditenderkan, kendati dana pembangunannya berasal dari APBN sebesar Rp232 miliar lebih, kata nya. "Jika ditenderkan jelas akan menghabiskan waktu sampai enam bulan lebih, sementara pasar tersebut pascagempa mendesak dibangun guna menyelamatkan kegiatan perekonomian di Kota Padang, katanya lagi. Setelah didapatkan hasil studi kelayakan ini, Pemko Padang akan mengajukannya ke pemerintahan pusat. Pasar tersebut statusnya tetap pasar tradisional (milik pemerintah-Red). Bukan sebaliknya, pasar modern karena yang mengelolanya bukan pihak ketiga (investor), imbuh Walikota Terkait masalah kepemilikan, Fauzi mengingkatkan pedagang jangan sampai hilang kartu kuning dan kalau tempat ber jualan rusak (rubuh-Red) hendaknya bisa bertahan di tenda darurat Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan akan melakukan pendataan siapa pedagang yang masih aktif berjualan di Pasar Raya Padang, imbuh Fauzi Koordinator konsultan gedung dan bangunan, Bambang mengemukakan, pi haknya akan mengeluarkan hasil studi ke layakan di awal tahun 2010 mendatang ka rena sekarang pihaknya tengah melakukan survei dan proses penghitungan pagu dana pembangunan pasar tradisional ala modern Ia mengatakan studi kelayakan untuk merehabilitasi Pasar Inpres I, II, dan III yang hancur memakai sekitar Rp700 juta lebih. “Kegiatan studi kelayakan meliputi se gala sesuatu yang dilakukan mulai dari gambaran menyeluruh mengenai layak atau tidaknya pasar tersebut direhab, bagai mana pasar tersebut dibangun dari sisi ma najemen organisasi, manajemen keuangan, sumber daya manusia, pemasaran dan khu susnya ketahanan bangunan,” kata Bambang.(eja)




1 komentar:
mantap pak wali...
Poskan Komentar