HEADLINE

Image and video hosting by TinyPic

BREAKING NEWS

• Manohara: Tengku Fakhry Psikopat! • Proses Penyelamatan Manohara Disiapkan 2 Bulan Lalu • Manohara Akting di Kelantan • Manohara Lolos Dari Lift Lantai 3 • Manohara Mengaku Disiksa Fakhry • Pengacara Marcella Naksir Tetty Liz • Anak Didin Bagito Ketangkap Narkoba • Rossa Ingin Cari Pasangan Baru • Ramzi: Indonesia Harusnya Sudah Masuk Piala Dunia • Ririn Dwi Ariyanti Ogah Tanggapi Soal Facebook • Marcella Zalianty Tetap Yakin Tidak Melakukan Kesalahan • Mangkir Sidang Lagi, Dewi Perssik Bakal Kena Penalti • Ramzi: Main Film Dengan Anak-Anak Itu Seru • Revalina S Temat: Kita Masih Muda, Masih Jauh • Tertarik Pesan Moral, Maudy Koesnadi Gabung 'GARUDA DI DADAKU' • Shanty Sumbang 'Jablai', Asti Terpana Tikam • Nafa Urbach: Titi Kamal 'Nervous'
  • Polresta Payakumbuh Tembak Tersangka Narkoba PADANG,(DESEMBER) Seorang tersangka narkoba terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh jajaran Polresta Payakumbuh Senin siang lalu (7/12) sekitar pukul 12.00 WIB, karena berusaha melarikan diri saat ditangkap. Setelah paha kanannya mengeluarkan darah segar, tersangka yang bernama Wawan Kurniawan (26) penduduk Kelurahan Payau Linyam, Payakumbuh Utara itu dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan pengobatan, kemudian digiring kembali ke Polresta Payakumbuh untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Kapolresta Payakumbuh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Drs.Mahavira Zen kepada Haluan kemarin mengungkapkan, sebelumnya anggota lalu lintas menjumpai seorang pelanggar lalu lintas bernama Sepnil Hendra (24) saat berada di daerah Padang Tiakar, persisnya depan SD 01 Payakumbuh Barat. Dalam pemeriksaan terhadap pelanggar lalu lintas yang penduduk Rt 07/Rw 011 Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat tersebut dijumpai daun ganja kering seberat 50 gram dalam bungkusan rokok Sampurna. “Setelah diinterogasi, Sepnil Hendra mengakui kalau barang terlarang itu didapatkan dari rekannya, Wawan Kurniawan alamat Kelurahan Payau Linyam, Payakumbuh Utara, sehingga anggota segera kesana untuk menceknya,” ucap Mahavira. Beberapa saat kemudian rumah yang didatangi. Dalam penggrebekan secara mendadak tersangka Wawan Kurniawan berhasil ditemukan bersama barang bukti sebanyak 1,2 Kg daun ganja kering. Namun tiba-tiba Wawan berusaha untuk kabur sambil bergumul dengan petugas. Dengan kelicikannya wawan berhasil lolos sambil terjun ke dalam kolam ikan. Tak ingin buruannya kabur begitu saja, polisi langsung menembaknya. Setelah kena dor sebanyak satu lagi di bagian paha kanan, Wawan tak dapat berkutik, sehingga ditangkap dengan mudah. Untuk mengobati luka tembak yang dideritanya, Wawan dibawa ke rumah sakit. Ketika ditanyakan dari mana tersangjka Wawan mendapatkan barang “haram” tersebut ? Kapolresta Payakumbuh belum bisa menjelaskannya, karena masih dalam penyelidikan anggotanya. “Tunggulah dalam beberapa hari ini, “katanya. Menurut mantan Kapolres Pasaman Barat itu, pihaknya kini terus melakukan penyelidikan terhadap kasus narkoba yang berada di daerah hukumnya.. Masyarakat yang mengetahui ada orang terlibat narkoba supaya dilaporkan ke polisi setempat. Mengenai keterlibatan kedua orang yang terlibat narkoba sebagaimana diungkapkan di atas bakal diproses sesuai dengan hukum yang berlaku sambil berkasnya dilimpahkan ke pihak kejaksaan nantinya.(eja)

    more
  • Pasar Inpres di Padang Segera Dibangun PADANG, (DESEMBER). Pemko Padang akan segera membangun Pasar Inpres I, II dan III di kawasan Pasar Raya Padang yang runtuh akibat gempa 30 September 2009 lalu dengan bangunan berlantai empat. Sebelum proses pembangunan dilaksanakan, Pemko Padang telah mendatangkan konsultan nasional untuk mengkaji dan menganggarkan pagu dananya dengan membuatkan studi kelayakan dengan umur pakai 30-40 tahun. Walikota Padang, Fauzi Bahar mengemukakan hal itu dalam jumpa pers di Aula Balaikota Padang, Jumat (4/11) usai melakukan kunjungan ke Pasar Raya Padang bersama beberapa konsultan nasional serta beberapa SKPD terkait. Dikatakan, dibangunnya pasar Inpres I, II dan III direncanakan empat lantai memiliki 2.000 unit kios yang dileng kapi tangga elektronik berupa lift, drainase dan penerangan listrik dan pada lantai IV akan dibangun shelter. "Shelter dibangun, sekaligus tempat pendaratan helikopter atau sebagai tempat evakuasi tsunami bagi warga pada radius 1 kilometer yang bisa menampung 12.000 warga," katanya Dalam pembangunan pasar tradisioanl ala modern ini akan dibangun di atas tanah seluas 13.600 m2 menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) “Dengan adanya peninjauan kali ini, Pemko Padang bersama konsultan dapat menganggarkan pagu dananya sehingga dalam waktu dekat ini didapatkan hasil studi kelayakan. Setelah itu Pemko Padang akan mengajukannya ke pusat,” ujar Fauzi Dalam pembangunan Pasar Raya Padang yang rusak itu tidak ditenderkan, kendati dana pembangunannya berasal dari APBN sebesar Rp232 miliar lebih, kata nya. "Jika ditenderkan jelas akan menghabiskan waktu sampai enam bulan lebih, sementara pasar tersebut pascagempa mendesak dibangun guna menyelamatkan kegiatan perekonomian di Kota Padang, katanya lagi. Setelah didapatkan hasil studi kelayakan ini, Pemko Padang akan mengajukannya ke pemerintahan pusat. Pasar tersebut statusnya tetap pasar tradisional (milik pemerintah-Red). Bukan sebaliknya, pasar modern karena yang mengelolanya bukan pihak ketiga (investor), imbuh Walikota Terkait masalah kepemilikan, Fauzi mengingkatkan pedagang jangan sampai hilang kartu kuning dan kalau tempat ber jualan rusak (rubuh-Red) hendaknya bisa bertahan di tenda darurat Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan akan melakukan pendataan siapa pedagang yang masih aktif berjualan di Pasar Raya Padang, imbuh Fauzi Koordinator konsultan gedung dan bangunan, Bambang mengemukakan, pi haknya akan mengeluarkan hasil studi ke layakan di awal tahun 2010 mendatang ka rena sekarang pihaknya tengah melakukan survei dan proses penghitungan pagu dana pembangunan pasar tradisional ala modern Ia mengatakan studi kelayakan untuk merehabilitasi Pasar Inpres I, II, dan III yang hancur memakai sekitar Rp700 juta lebih. “Kegiatan studi kelayakan meliputi se gala sesuatu yang dilakukan mulai dari gambaran menyeluruh mengenai layak atau tidaknya pasar tersebut direhab, bagai mana pasar tersebut dibangun dari sisi ma najemen organisasi, manajemen keuangan, sumber daya manusia, pemasaran dan khu susnya ketahanan bangunan,” kata Bambang.(eja)

    more
  • Yamaha Bantu Korban Gempa Sumbar Rp2,5 Miliar Sebagai wujud kepedulian, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) melalui PT Tjahaja Baru Padang telah menyalurkan bantuan sebesar Rp3,1 miliar, dengan rincian berupa uang tunai sebesar Rp2,5 miliar, serta bantuan logistik seperti makanan dan minuman, tenda, selimut, genset serta kebutuhan lainnya senilai Rp600 juta bagi korban gempa 30 September lalu. Bantuan ini telah dikirimkan ke berbagai kota dan kabupaten yang terimbas dampak gempa, seperti Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman dan daerah lainnya. Untuk dunia pendidikan, Yamaha juga telah menyalurkan bantuan 2 ribu tas sekolah untuk pelajar SD di Kota Padang, seperti SD Agnes Padang, SD Santa Thresia, SD RK 1 Padang, dan sejumlah sekolah lainnya. Di tempat penyerahan bantuan ini, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi atau akrab dipanggil Kak Seto juga dihadirkan untuk menghibur anak-anak sekolah yang trauma akibat gempa. Selain itu, Yamaha juga menyalurkan bantuan pembangunan tempat ibadah dengan nilai Rp250 juta untuk masing-masing mesjid, seperti Mesjid Darussalam Mata Air Padang, Mesjid Asra Belakang Olo Padang, Lohong Sungai Limau Pariaman dan pembangunan gereja di Kota Padang. Dalam momen ini, Yamaha juga memberi santunan kepada sejumlah masyarakat Kota Padang yang mendapat musibah gempa, terutama bagi anggota Himpunan Tjinta Teman (HTT) Padang. Sementara itu, sebagai wujud kepedulian kepada konsumen, Yamaha juga telah menyelenggarakan servis gratis serta diskon spare part bagi sepeda motor Yamaha untuk seluruh tipe yang rusak akibat gempa. Kegiatan ini telah berlangsung satu hari setelah gempa hingga tanggal 31 Oktober lalu. Jika sekarang ada konsumen Yamaha yang kendaraannya rusak akibat gempa dan waktu itu belum sempat ke sentral Yamaha, PT Tjahaja Baru akan terus layani secara gratis hingga beberapa bulan kedepan. Bagi yang rusak berat dan butuh penggantian spare part dengan biaya tinggi, Yamaha juga membatasi konsumen paling tinggi membayar Rp2juta, sisanya menjadi tanggungan Yamaha. Meski dalam suasana gempa, namun penjualan sepeda motor Yamaha selama bulan Oktober 2009 telah mencapai sekitar 4 ribu unit di Sumbar. Jumlah ini sedikit menurun dibandingkan kondisi normal yang bisa mencapai 5 ribu unit perbulan. Dampak penurunan terbesar terjadi di Kota Padang dan Kota Pariaman yang mencapai sekitar 15 hingga 20 persen.

    more
  • SANG JURNALIS BERPULANG BERSAMA BERITA BESAR Saat ratusan jurnalis dalam dan luar negeri berdatangan untuk mengabarkan duka nestapa rakyat Sumatra Barat yang diguncang gempa 7,9 skala richter (SR) diikuti tanah longsor, dunia pers Sumbar ikut berduka menyusul berpulangnya seorang wartawan terbaiknya. Aswanil Asmara Datuak Rajo Johan (53) sang jurnalis enerjik dan pemimpin umum Mingguan Publik dipanggil Yang Kuasa dalam bencana susulan pasca gempa dan tanah longsor yang terjadi Rabu (30/9) itu. Pak Datuak, panggilan akrab Aswanil ditemukan tewas dalam mobilnya yang tertimbun tanah longsor di ruas Jalan Padang-Solok di kawasan Sitinjau Laut, sekitar 18 kilometer dari kota Padang. Butuh waktu lima jam dari tim SAR untuk mengeluarkan tubuh almarhum dari mobil minibus nomor polisi BA 2182 TO yang ditumpanginya untuk pulang kampung ke Solok, Minggu (4/10). Saat mobil Aswanil yang dikemudikan Nono (38) melaju di lintas Padang-Solok yang di beberapa titik terjadi longsor pasca gempa dan berada di sisi perbukitan rawan longsor lalu laju kendaraan kemudian terhadang kemacetan. Kemacetan memang banyak dijumpai di jalur tersebut karena tanah yang menutupi jalan pasca gempa harus disingkirkan alat berat, sehingga laju kendaraan tersendat dan kemacetan panjang juga tak terhindarkan. Saat antri dan terjebak dalam macet itu, tiba-tiba tanah dari arah perbukitan di sisi jalan kembali longsor dan menimbun beberapa kendaraan termasuk mobil Datuak Rajo Johan. Supir mobil itu berhasil keluar dan menyelamatkan diri sebelum tanah longsor menerjang, namun naas sang jurnalis kawakan Sumbar itu terjebak dalam mobil dan tak bisa menyelamatkan diri hingga ikut tertimbun tanah. Tim SAR butuh kerja keras dan waktu lima jam lebih untuk mengeluarkan sang Datuak, namun jiwanya tak tertolong karena mengalami cidera berat di bagian kepala. Korban tewas lainnya juga ada pada kendaraan lain yang ikut diterjang tanah longsor di lokasi itu. Jasad Asnawil yang kini juga menjabat anggota DPRD Sumbar periode 2009-2014 sempat disemayamkan sejenak untuk penghormatan terakhir dari sejawatnya sesama wakil rakyat dan pejabat serta rekan lainnya di gedung DPRD Sumbar yang kondisinya juga rusak akibat gempa. Datuak selanjutnya dibawa ke tanah kelahirannya Nagari talang Kabupaten Solok untuk dimakamkan di pekuburan keluarga di Koto Gaek Talang, Solok. Banyak ide cemerlang Menurut rekan sesama wartawan senior, Syaharman Zamhar, Datuak Rajo Johan adalah sosok jurnalis yang memiliki banyak ide-ide cemerlang untuk acuan pembuatan kebijakan pembangunan daerah Sumbar. Ide-ide itu dituangkan dengan bernas dalam berita-berita yang ditulis almarhum di media, tambahnya. Ia mengatakan, ide-ide yang disampaikan melalui media sangat konstruktif dan sering menjadi acuan bagi pemerintah daerah membuat kebijakan pembangunan. Datuak juga banyak menulis dalam bidang sosial dan hukum menyuarakan aspirasi rakyat kepada publik untuk mendapat perhatian dari kebijakan pemerintah buat masyarakat, tambah Syaharman. Sementara itu, Ketua PWI Sumbar, Basril Basyar menilai, Aswanil dalam pengabdiannya sebagai jurnalis terkenal ulet dan gigih dan mengelola media yang dipimpinnya. "Ia pandai bergaul dan berkomunikasi serta ramah sehingga banyak memiliki relasi dan teman," tambahnya. Ide-idenya dalam tulisan media juga sering menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam membuat kebijakan pembangunan, tambahnya. Pergaulannya yang baik terlihat dari hadirnya semua kepala daerah baik tingkat provinsi, kabupaten dan kota di Sumbar dan pejabat serta rekan pers dan pimpinan media saat pesemayaman almarhum yang sejenak di Padang. "Itu tanda betapa beliau adalah teman yang baik dan banyak yang merasa kehilangan atas kepergian almarhum yang justru di tengah suasana Sumbar berkabung pasca gempa," kata Basril. Kepergian Almarhum membuat terhenti sudah kiprahnya sebagai sang jurnalis justru saat berita besar gempa dan tanah longsor dikabarkan dunia dari Sumbar. Pak Datuak tak sempat menulis kabar duka ini di media, dan ia justru ikut menjadi bagian dari bencana yang hingga Jumat telah tercatat 787 orang tewas itu.(Hendra Agusta/ ANTARA PADANG)

    more
  • KORBAN TEWAS GEMPA SUMBAR MENJADI 803 JIWA Jumlah korban tewas gempa 7,6 di Sumatra Barat terus bertambah, hingga Jumat malam pukul 22.00 Wib korban meninggal telah mencapai 803 orang. Korban tewas terbanyak yang telah terdata ditemukan Kota Padang mencapai 312 orang dan di Kabupaten Padang Pariaman 359 orang, demikian data Sarkorlat Penanggulangan Bencana Sumbar di Padang, Jumat malam 22.00 Wib. Berikut rincian korban dan kerusakan: 1. Korban tewas : 803 orang 2. Korban luka berat : 891 orang 3. Korban luka ringan : 1.365 orang 4. Warga hilang : 241 orang 4. Rumah rusak berat :133.739 unit 5. Rumah rusak sedang : 60.831 unit 6. Rumah rusak ringan : 65.492 unit Korban tewas yang telah terdata dengan rincian: 1. Kota Padang : 312 orang 2. Kabupaten Padang Pariaman : 359 orang 3. Kota Pariaman : 37 orang 4. Kabupaten Pesisir Selatan : 9 orang 5. Kota Solok : 3 orang 6. Kabupaten Agam : 80 orang 7. Kabupaten Pasaman Barat : 3 orang (sumber ANTARA)

    more
  • PENJARAHAN BANTUAN DI TENGAH DERITA WARGA PADANG Aksi oknum-oknum warga terhadap bantuan kemanusiaan bagi para korban gempa di Sumatra Barat (Sumbar) mendapat kecaman keras dan dinilai sebagai tindakan tak bertanggungjawab yang memiriskan. "Tindakan penjarahan itu sudah keterlaluan, mereka tidak bertanggungjawab dan harus ditindak tegas oleh aparat keamanan," ujar Kepala Sekretariat, Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, Ade Edwar. Menurut dia, saat banyak pihak dalam dan luar negeri menyalurkan bantuan ke Sumbar, justru oknum-oknum tersebut bertindak di luar batas dan ini juga memalukan bagi Sumbar. Ia menyebutkan, penjarahan bantuan dalam bentuk bahan makanan itu terjadi pada truk yang membawa bantuan. Ade mengatakan, sarkorlak telah menerima laporan penjarahan terhadap truk pengangkut bahan bantuan bagi korban. Kronologis penjarahan, menurut dia, dilakukan oknum-oknum warga dengan menghentikan truk yang membawa bantuan, lalu barang yang dibawa dipaksa diturunkan kemudian dibawa para oknum-oknum tersebut. Para supir tidak dapat mencegah aksi penjarahan, apalagi truk-truk pembawa bantuan belum dikawal aparat keamanan, tambahnya. Dari Kabupaten Padang Pariaman (salah satu daerah yang parah akibat gempa), juga terjadi penjarahan di posko penampungan bahan bantuan yang oknum-oknum tak bertanggungjawab. Barang-barang yang dijarah, bahkan ada yang dibawa oleh warga menggunakan kendaraan roda empat. Puluhan warga menjarah posko Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Lambatnya penyaluran bantuan ke sejumlah desa di Padang Pariaman menjadi penyebab. "Saat itu massa memang banyak. Terlambat diantisipasi oleh bagian gudang di Pemda, sehingga masyarakat mengambil duluan bantuan yang ada," kata Kepala Kepolisian Resor Padang Pariaman Ajun Komisaris Uden Kusumawijaya, saat dihubungi wartawan ,Senin (5/10) malam. Ia mengakui ada kesalahan mekanisme pembagian jatah bantuan. Seharusnya bantuan itu didistribusikan oleh posko Satlak kabupaten ke posko satlak kecamatan dalam wilayah kabupaten Padang Pariaman. Namun posko terkendala dana dan transportasi untuk mendistribusikan bantuan itu. "Mekanismenya salah. berat untuk mendistribusikan karena ongkos sewa truk mahal, satu truk Rp 200 ribu," kata dia. "Padahal satu desa bisa empat sampai lima truk." Ia mengatakan setiap bantuan sudah ditandai untuk setiap desa. Masing-masing desa diminta mengambil jatahnya. Saat aksi penjarahan terjadi, tidak ada petugas yang berjaga di posko, sehingga bantuan berupa sembako dan air mineral itu ada yang diambil desa lain. Uden mengakui ada Pemda lambat mengantisipasi distribusi bantuan ini. ?Pengaturan tidak pas sehingga terambil oleh yang lain. dan lambat diantisipasi," kata dia. Ia menambahkan pihaknya telah meminta pemda untuk mempercepat pembagian. Kalau ada bantuan yang masuk ke posko harus langsung disalurkan dan tidak perlu disimpan terlalu banyak. "Didata mana yang belum ambil dan sangat perlu segera dikirim," kata dia. Uden menambahkan posko akan memprioritaskan daerah yang paling parah terkena bencana seperti Nagari Tandikek dan Lubuk Alung. "Ada daerah yang belum disentuh itu yang didahulukan," kata dia. ujarnya. truk dihadang Di Kota Pariaman, truk pembawa bantuan juga dihadang oknum-oknum warga di jalan, namun supirnya nekad tidak berhenti dan makin memacu kencang mobilnya. Informasi dari aparat kepolisian, truk juga sempat menabrak kendaraan lain saat melaju menyelamatkan bantuan tersebut. Truk dan bantuan itu kemudian dihentikan supirnya di pos polisi. Selanjutnya, dengan pengawalan polisi truk pembawa bahan bantuan itu kembali memutar arah menuju lokasi penampungan bahan bantuan di kota tersebut. Atas laporan-laporan aksi penjarahan itu, Pihak Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, meminta polisi dan aparat keamanan lainnya menindak tegas oknum-oknum masyarakat yang telah melakukan aksi penjarahan. "Tindak, kalau perlu tangkap para oknum yang telah membuat malu daerah itu," kata Ade Edwar. Menurut dia, terlepas dari apapun alasannya tindakan para oknum itu tidak dapat ditolerir karena itu patut aparat keamanan mengambil tindakan tegas kepada mereka. Tindakan tegas tersebut, juga untuk mencegah terulangnya aksi penjarahan baik terhadap truk yang membawa bantuan maupun Posko penampungan sementara bantuan, tambahnya. Ade juga meminta masyarakat untuk tidak mengganggu kegiatan pendistribusian bantaun ke daerah-daerah gempa. "Kita justru mengharapkan bantuan dari masyarakat untuk ikut memberikan bantuan, termasuk bantuan tenaga," tambahnya. Penjarahan hanya akan menambah daftar panjang derita yang dialami di 'ranah Minang ' itu setelah gempa berkekuatan 7,6 skala Richter menggoyang Sumatera Barat pada Rabu (30/9) lalu sekitar pukul 17.16 WIB. Pusat gempa berada pada 57 kilometer barat laut Pariaman dengan kedalaman 71 kilometer. Korban tewas diperkirakan mencapai lebih 800 orang.(Oleh Hendra Agusta/ANTARA PADANG)

    more
  • Jangan Salahkan Masyarakat Kalau Mereka Nekad Menjarah Sembako....... Setelah hampir seminggu pasca gempa Sumbar, sebagian warga yang terkena musibah gempa tersebut mengeluhkan belum datangnya bantuan sembako, padahal bantuan kemanusiaan tersebut telah menumpuk di posko-posko. Sungguh lirih dan pilu hati saya mendengar jeritan warga yang berada di pengungsian, karena susahnya mendapatkan sembako. Kalau pun ada yang mendapat, itu tidak seberapa. Hanya tiap KK (Kepala Keluarga) diberi 2 bungkus indomie dan 2 botol air mineral. Saya bertanya-tanya dalam hati, kenapa untuk urusan perut pemerintah pelit membantu warga. Seandainya kebutuhan pokok itu tak ada tidak masalah. Namun yang diharapkan itu bertumpuk-tumpuk. Jadi jangan salahkan masyarakat kalau mereka nekad menjarah sembako itu demi untuk penyambung hidup, seperti yang terjadi di daerah Pariaman. Nah... agar tidak terjadi hal-hal yang tak diharapkan itu, mulai sekarang pihak yang berkompeten supaya segera menyerahkan bantuan yang telah ada itu kepada yang berhak menerimanya dengan sepantasnya. Bukankah bantuan yang diterima dari para donatur dari berbagai daerah dan provinsi tersebut sasarannya warga yang kena musibah ? Sekian.. (edi jarot)

    more
  • Wahai Pelaku Maling, Sadarlah.... Walau pun Kota Padang "porak-poranda" dihantam gempa berkekuatan 7,6 SR, namun yang namanya maling tidak pernah sadar. Disaat warga sedang berada di pengungsian, pelaku pidana itu mempergunakan kesempatan dalam kesempitan. Secara diam-diam mereka memasuki rumah warga. Sudah jelas tujuannya untuk menjarah. Hal tersebut terjadi di daerah Kuranji, Siteba, Tabing dan kawasan Koto Tangah, sebagaimana yang saya dengar melalui siaran RRI Padang. Berdasarkan adanya laporan maling gentayangan malam hari disaat listrik "pudur" ini, sekiranya pihak berwajib sejajaran Poltabes Padang sudah seharusnya melakukan patroli di malam-malam hari ke daerah rawan kemalingan tersebut. Bukankah polisi bertugas melindungi dan mengayomi masyarakat ? terlebih saat kondisi yang kurang kondusif pasca gempa yang terjadi 30 September 2009 tersebut. Warga telah kena musibah gempa, jangan lagi ditambah penderitaan mereka dengan adanya kasus penjarahan. Apabila petugas polisi rajin patroli ke daerah rawan kriminalitas, agaknya bisa membatalkan niat maling untuk beraksi. Yang jelas maling beraksi apabila ada niat dan kesempatan. Maling tak berhasil apabila niat saja, namun tak ada kesempatan. Makanya sekali lagi saya imbau supaya petugas polisi di daerah ini jangan bosan-bosan melaksanakan patroli, terutama di malam hari. Kita tak berharap nantinya maling berhasil ditangkap massa lalu dihajar ramai-ramai hingga tewas. Kalau seandainya hal ini yang terjadi, kemana mau diletakkan muka polisi sebagai pelindung masyarakat. Kepada pelaku maling yang selama ini lepas dari jeratan hukum saya menghimbau agar berhentilah melakukan aksi kejahatan tersebut. Negeri kita sedang diberi cobaan oleh allah swt. Ingatlah hidup akan mati dan semuanya akan dipertanggungjawabkan di depan sang pencipta. Mulai sekarang berhentilah jadi orang jahat sambil bertobat. Mudah-mudahan cobaan yang lebih dahsyat lagi dari allah tidak terjadi di bumi ini. Semoga saudara-saudara yang selama ini hidup dari maling dapat maklum dan bertekad untuk kembali ke jalan yang benar. Sekian dari saya, edi jarot...

    more
  • Padang Diguyur Hujan, Evakuasi Terhenti PADANG PARIAMAN, (OKTOBER) ’Lidah maut’ yang turun dari salah satu puncak gunung dengan kecepatan bagaikan gelombang laut menghampiri bibir sungai telah membuat tiga perkampungan di Padang Pariaman tertimbun. Perkampungan Cumanak, Kenagarian Larehpanjang, dan Lubuk Laweh, Pulau Koto Kenagarian Tandikek, Kecamatan Patamuan Padang Pariaman, Sumbar, kini hanya terlihat tanah kuning bercampur bebatuan dan batang pohon kayu. Tak sekadar rumah dan fasilitas umum, warga penghuninya pun ikut tertimbun lindah maut, tanah longsor. Sekitar 400-an jiwa terkubur hidup-hidup. Menurut Kepala Bagian Humas Setdakab Padangpariaman, Syofrion di Padang, Senin (5/10), selain di Kecamatan Patamuan, longsor itu juga mengubur sejumlah daerah lainnya di Padangpariaman, yakni Kecamatan V Koto Timur, dan Kecamatan Padang Sago. Warga Kecamatan Patamuan yang masih tertimbun itu, 111 orang di antaranya di Korong Lubuk Laweh, 60 orang di Korong Pulau Aie, dan 60 orang di Cumanak. Di Nagari Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, yang belum ditemukan sebanyak 35 orang. Dan, di Nagari Kudu Ganting, kecamatan yang sama, masih ada dua warga lagi yang tertimbun. Sementara di Nagari Koto, Kecamatan Padang Sago, terdapat lima warga Korong Sungai Pua Tanjuang Mutus tertimbun dan belum ditemukan. Menurut Syofrion, data sementara hingga kemarin gempa telah menewaskan 285 orang di Kabupaten Padangpariaman, dan melukai 325 orang. Hingga Senin, sudah 60 warga yang ditemukan tewas dari sekitar 400-an orang yang tertimbun longsoran. Hujan, Evakuasi Terkendala Akibat gempa dan hujan yang terus-menerus, empat korong di Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan terisolasi dan proses evakuasi memerlukan bantuan alat berat. "Jaringan listrik sebagian besar belum pulih, sehingga untuk penerangan digunakan genset dan penerangan lainnya," kata dia. Selain itu, gempa juga merusak 64 unit perkantoran (rusak berat), 24 unit (rusak sedang), dan empat unit (rusak ringan). Tercatat 10 unit pasar rusak, 36.095 rumah rusak berat, 8.417 rumah rusak sedang, dan 1.491 rumah rusak ringan. Sebanyak 124 gedung sekolah rusak berat, 56 rusak sedang, dan 15 unit rusak ringan. Sebanyak 418 rumah ibadah rusak berat, 140 rumah ibadah rusak sedang, dan 13 rusak ringan. Sedangkan fasilitas umum yag rusak, 63 rusak berat, 20 rusak sedang, dan satu unit rusak ringan. Tercatat satu rumah sakit rusak, 12 Puskesmas rusak berat, tiga unit Puskesmas rusak sedang, dan tiga unit Puskesmas rusak ringan. Sebanyak 15 unit Puskesmas Pembantu dan Rumah Dokter rusak berat, tujuh unit rusak sedang, dan 40 unit rusak ringan. Syofrion mengatakan, evakuasi masih terus dilakukan dengan menggunakan alat berat. Sementara untuk memenuhi kebutuhan logistik, telah didistribusikan bantuan ke 17 kecamatan. Bantuan tersebut berasal dari Satkorlak PB Sumbar, Bulog, dan lain-lain. Kuburan Massal Belum Ada Keputusan Sementara itu, Pemerintah masih mempertimbangkan penetapan kuburan massal bagi korban gempa yang terimbun tanah longsor akibat gempa 7,6 SR di Sumatra Barat (Sumbar). "Kita belum memutuskan penetapan kuburan massal, namun hal itu memungkinkan dilakukan mengingat kondisi di lapangan," kata Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi di Padang, Senin. Kuburan massal dipertimbangkan ditetapkan pada lokasi terimbunnya tiga dusun dengan sekitar 400 warga yang ikut tertimbun di Tandiket dn Malalak. Tiga dusun itu rata dengan tanah dan yang tertinggal hanya hamparan tanah merah yang dibawahnya terdapat puluhan rumah tertimbun dengan ratusan warga. Melihat kondisi di lapangan yang menyulitkan untuk penggalian, dan daerah-daerah itu terisolir memunculkan pertimbangan untuk ditetapkan sebagai kuburan massal. “Penetapan kuburan massal memungkinkan dilakukan, namun jika pihak keluarga tidak rela, maka pencarian tetap dilakukan sesuai standar SAR selama 14 hari,” kata Gamawan. Hingga Senin siang jumlah korban yang telah ditemukan sebanyak 608 orang, ratusan lainnya masih hilang dan masih terus dicari tim SAR gabungan dalam dan luar negeri. Selamat dari ‘Lidah Maut’ Hirun (53), pria paruh baya, selamat dari jilatan lidah maut yang terjadi Rabu (30/9) sore, berselang hitungan detik saat gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang pesisir pantai barat Sumbar. "Awak (saya) tak mungkin selamat dari lidah tanah longsor yang begitu deras ke arah bibir sungai," tutur Hirun, salah satu warga Cumanak yang selamat dari timbunan tanah longsor. Ajal merupakan rahasia Allah SWT yang tak bisa diketahui manusia kapan saatnya tiba, kenyataan ini dibuktikan terhadap Hirun. "Lidah tanah longsor yang bercampur pohon kayu itu hanya berjarak sekitar dua meter jaraknya saat saya sedang lari pontang-panting menuju jembatan gantung, tapi ajal belum saatnya tiba, akhirnya masih selamat," tutur Hirun yang tengah melihat rumahnya di tengah sawah di Dusun Cumanak tertimbun tanah longsor. Ayah satu anak itu menceritakan, dirinya bisa selamat dari jilatan lidah tanah itu karena ada sebatang potoh kelapa yang menghalangnya. Saat itulah Hirun bisa menuju fondasi jembatan gantung yang berjarak sekitar 50 meter dari sawahnya. Pegangan tangan pertama di fondasi beton jembatan gantung sempat terlepas, tapi kembali bisa terpegang sebagian sehingga bisa naik cepat ke atas jembatan dan langsung berlari. Namun, di pertengahan jembatan yang menghubungkan perkampungan Cumanak dengan Lubuk Laweh dan Pulau Koto, konstruksi bangunan jembatan nyaris ambruk. "Jembatan gantung yang panjang sekitar 80 meter itu hanya miring saja sehingga masih bisa dilewati hingga ke arah dua kampung di sebelah Cumanak," katanya. Jadi, setelah sampai di seberang Hirun berdiri di tengah sawah masyarakat Pulau Koto sampai guncangan gempa berakhir. Dedek Putra (10), anak semata wayang Hirun, ikut tewas. Hirun menuturkan, sekitar pukul 15.00 Dedek datang ke tengah sawah (tempat Hirun bekerja), meminta uang Rp 4.000. "Lalu ditanya untuk apa uang sebanyak itu buat Dedek? Kok banyak sekali, nanti tak ada untuk belanja berangkat sekolah besok (Kamis). 'Saya tak akan minta uang lagi besok (1/9) sama Abak (ayah), kasihlah sekali ini bah"," kata Hirun menirukan perkataan anaknya yang duduk di kelas tiga SD 60 Padang Pariaman itu. Setelah mendapat uang dari Hirun, Dedek lalu pergi ke warung yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah, langsung menonton televisi di rumah warga. "Saat gempa terjadi disertai tanah longsor itu, anak saya termasuk salah satu korban yang tertimbun," ungkap Hirun dengan wajah kosong menatap ke hamparan tanah kuning yang menimbun tiga berkampung penduduk itu. Hirun dengan bertongkat perlahan menelusuri hamparan tanah longsor untuk mencari jasad putra satu-satunya. Istrinya, En, ikut mencari jasad buah hati mereka. "Saya tak ada firasat sehari atau sepekan sebelum terjadinya bencana gempa disertai longsor itu. Hanya saja Rabu pagi badan terasa lelah saja sehingga enggan turun ke sawah," tutur Hirun. Tapi, hidup di dusun yang keseharian mata pencarian mengandalkan penghasilan dari hasil panen padi sawah membuatnya tidak bisa tidak harus turun mempersiapkan masa tanam. (mad/ant)

    more
  • Selamat Saat Hotel Ambacang Mulai Ambruk

    PADANG,( OKTOBER)

    Dua hari setelah gempa bumi 7,6 SR yang mengguncang Sumbar, upaya evakuasi di sejumlah titik berhasil mengeluarkan korban selamat dari reruntuhan bangunan, Jumat (2/10).

    Di Kota Padang, sebanyak 8 orang selamat setelah terjebak di reruntuhan Hotel Ambacang Padang selama lebih kurang 3 hari, Jumat (2/9). Para korban yang selamat ini dilarikan ke Rumah Sakit M Djamil Padang untuk dirawat secara intensif, karena kondisi korban semakin melemah dan ada yang mengalami luka-luka.

    Di Lembaga Pendidikan Gamma Jalan Proklamasi Padang, 15 orang selamat walau mengalami luka-luka. Di tempat Bimbingan Belajar Quantum Jalan Belakang Olo Padang, 9 orang ditemukan selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit M Djamil Padang. Sementara, di STBA Prayoga Jalan Veteran Padang, 2 orang korban ditemukan selamat meski mengalami luka-luka, di Lembaga Bahasa Asing LIA Jalan Khatib Sulaiman Padang, 3 orang korban ditemukan selamat.

    Di Hotel Ambacang, sebelum ditemukan korban yang selamat ini, salah seorang orangtua korban sempat melaporkan ke pihak kepolisian, tentang adanya korban yang masih selamat dalam reruntuhan gedung. Dalam laporan tersebut, salah seorang korban sempat menghubungi pihak keluarganya untuk meminta pertolongan.

    “Salah seorang anggota keluarga menghubungi pihak kepolisian dan memberitahukan bahwa terdapat 8 orang yang masih hidup terjebak di dalam reruntuhan hotel,” ujar Safyan Hidayat, salah seorang perwira dari Polda Sumbar.

    Selamat Saat Hotel Mulai Ambruk

    Seorang korban selamat dari gempa di Hotel Ambacang adalah Razali, warga Kabupaten Limapuluh Kota, yang waktu itu sebagai peserta bimbingan teknis pengelolaan tambak tinggi yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar.

    Ia mengatakan, dirinya selamat dari himpitan reruntuhan hotel di Jalan Bundo Kandung Padang ini, karena setelah getaran gempa kedua, ia berlari keluar ruangan dan meloncat dari lantai dua ke basement hotel tersebut. Meski selamat, namun kepalanya mengalami luka pada bagian punggung dan bocor pada bagian kepala, sehingga terpaksa dirawat insentif di RSUP M Djamil.

    Razali mengatakan, saat di dalam reruntuhan itu ia masih bisa melihat, bahwa ada orang yang melambaikan tangan padanya. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa, karena kondisinya masih lemah dan banyak batu-batuan yang menghambatnya.

    "Sayup-sayup saya mendengar suara orang minta tolong dan saya juga melihat dia melambaikan tangannya walaupun agak samar-samar. Sampai saat ini masih terngiang di telinga saya, tapi saya tak bisa berbuat apa-apa,"ujarnya.

    Berbeda dengan Razali, tiga orang perempuan bersaudara asal Jakarta, yakni Rini, Lusia dan Ambar berhasil menyelamatkan diri. Mereka berhasil turun dari lantai 4 hotel Ambacang, setelah beberapa menit menit hotel ini ambruk.

    Dari pembicaraan yang disiarkan secara langsung oleh Metro TV tadi malam, ketiga bersaudara ini tidak menyangka kalau hotel Ambacang akan ambruk separah itu. Waktu itu ia berlibur ke Kota Padang dan sengaja menginap di hotel ini. Ketika terjadi gempa, mereka hanya berlindung di bawah kolong meja hias, yang tak jauh dari kamar tidur mereka.

    “Saya berpikir, meja ini cukup kuat untuk menahan jatuhan batu-batu. Waktu itu, kakak saya terjatuh dan saya meminta untuk ke tempat saya berlindung. Dengan posisi merayap, akhirnya mereka sampai juga ke kolong meja untuk berlindung,” jelas Rini.

    Beberapa menit setelah gempa, ketiga bersaudara ini kaget setelah melihat banyak ruangan yang ambruk. Dengan berhati-hati, ketiga bersaudara ini akhirnya bekerja keras untuk memindahkan batu yang menghalang mereka untuk tiba ke bawah. Dengan kerja keras ini, mereka berhasil turun walaupun mengalami luka-luka kecil.

    Dengan bantuan pihak hotel ini yang selamat, akhirnya ia dipindahkan ke hotel Hangtuah di Jalan Pemuda Padang, dan besoknya langsung terbang menuju Jakarta.

    Namun demikian, ratusan korban gempa di Kota Padang diperkirakan masih terjebak di dalam reruntuhan gedung yang ambruk. Hingga kemarin, proses evakuasi masih terus berlangsung. Namun di sejumlah tempat, proses evakuasi sempat tertunda karena sejumlah alat berat kehabisan stok bahan bakar.

    Dari upaya evakuasi, data sementara menyebutkan di Lembaga Pendidikan Gamma Jalan Proklamasi Padang, 21 orang ditemukan tewas. Diperkirakan masih ada belasan korban lainnya yang tertimbun di tempat ini, karena saat gempa, ada 4 kelas yang melaksanakan proses belajar mengajar di tempat ini.

    Di tempat Bimbingan Belajar Quantum Jalan Belakang Olo Padang 1 orang ditemukan tewas. Diperkirakan masih ada sekitar 5 hingga 10 orang yang masih terjebak dalam reruntuhan tersebut. Di STBA Prayoga 10 korban di tempat ini ditemukan tewasn dan diperkirakan masih ada belasan korban tertimbun, termasuk seorang dosen yang mengajar di tempat ini.

    Sedangkan di Lembaga Bahasa Asing LIA Jalan Khatib Sulaiman Padang 5 orang ditemukan tewas dan belasan lainnya diperkirakan masih ada dalam reruntuhan bangunan. Tidak jauh berbeda dengan kondisi di atas, di gedung Suzuki yang bersebelahan dengan Gedung Adhira Finance Jalan H Agus Salim Sawahan Padang kemarin juga masih terus melakukan evakuasi korban. Diperkirakan masih ada sekitar 30 korban yang terjebak dalam reruntuhan.

    Diperkirakan masih banyak korban yang terjebak dalam reruntuhan bangunan yang ambruk di Kota Padang. Hingga kemarin, TIM SAR bersama aparat gabungan dan relawan masih terus melakukan evakuasi korban yang diperkirakan masih ada puluhan gedung ambruk yang di dalamnya masih ada korban.

    Tambahan Korban di RS M Djamil

    Sementara itu, Posko identifisikasi korban gempa RS M Djamil Padang hingga Jumat pagi sudah menerima sebanyak 90 jenazah korban gempa Sumatra Barat. "Sudah 90 jenazah yang masuk ke sini, sebanyak 75 jenazah di antaranya sudah diambil keluarga korban," kata Koordinator Pelaksanaan Identifikasi Korban RS M Jamil Padang, AKBP Musyafa di Padang, Jumat.

    Ia mengatakan, hingga Jumat pagi, telah masuk sebanyak 20 jenazah korban gempa dari berbagai tempat di Kota Padang. Dia menyebutkan, jenazah korban yang masuk ke posko itu akan ditangani tim pendataan melalui proses pemeriksaan dan rekonsiliasi.

    Musyafa mengatakan, pihaknya tidak akan mempersulit keluarga korban yang ingin mengambil anggota keluarganya. Namun demikian, kata dia, keluarga tetap saja harus membawa data dan identitas korban.

    Evakuasi Terus Dilanjutkan

    Hingga Jumat, tim evakuasi masih mencari korban yang tertimpa reruntuhan di sejumlah tempat seperti bimbingan belajar GAMMA, gedung Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Padang, Hotel Ambacang, dan tempat kursus LIA dan Hotel Mariani. Setiap jenazah korban yang ditemukan, langsung dibawa ke RS M Djamil Padang. Di RS M Djamil saat ini juga dirawat ratusan korban luka-luka di tenda-tenda di luar rumah sakit.

    Sementara itu, jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang melanda Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) hingga Jumat pukul 17.00 WIB mencapai 451 orang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumatra Barat, Ade Edward melalui data rekapitulasi sementara dampak bencana yang dibagikan kepada wartawan di rumah dinas Gubernur Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman, Padang, Jumat. Sementara korban luka berat 240 orang, luka ringan 2.530 orang. Dari 451 orang korban meninggal 197 di antaranya berlokasi di Kota Padang, 49 di Kota Pariaman, tujuh di Bukittinggi, empat di Solok, 184 di Kabupaten Padang Pariaman, tiga di Kabupaten Pasaman Barat, tujuh di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Sementara dari 240 korban luka berat, 50 di antaranya berlokasi di Kota Padang, empat di Bukittinggi, 175 orang di Kabupaten Padang Pariaman, tiga di Kabupaten Pasaman Barat, delapan di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Dari 2.530 korban luka ringan 1.590 di antaranya berada di Kota Padang, 500 di Kabupaten Padang Pariaman, dua di Kabupaten Solok, 23 di Kabupaten Pasaman, 410 di Kabupaten Pasaman Barat, dan lima di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Jumlah Bantuan Sudah 85 Ton

    Ibu negara Ani Yudhoyono memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi Padang, Sumatra Barat berupa mobil sehat dan lainnya. Keseluruhan bantuan itu, diangkut menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Jumat.

    Selain bantuan Ibu Ani Yudhoyono, pada Jumat (2/10) dikirim pula bantuan sosial dari Pusat Kesehatan TNI, Telkom seberat 11 ton 314 kg meliputi kontainer, kantong, velbet, alat kesehatan, gypsun modul gadar, obat-obatan dan genset. Terdapat pula 46 orang paramedis dari RS Pertamina.

    Tak hanya itu, dikirim pula bantuan sosial sebanyak 11 ton berupa Ransus dan sarden bansos dari Depsos serta Batalyon Kesehatan terdiri tenda Italy dan AC, sarden, tenda,tenda peleton, alat dapur, kompor, ketel, kompor, genset meja dan kursi lapangan, serta alat komunikasi. Hingga Jumat (2/10) jumlah bantuan sosial yang dikirimkan melalui Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma mencapai seberat 85 ton 616 kg.

    Ucapan Duka dari Pemimpin Negara

    Sejumlah pemimpin negara dunia menyampaikan rasa dukanya terkait dengan bencana gempa bumi yang melanda Pulau Sumatera yang telah mengakibatkan tewasnya ratusan orang.

    Berdasarkan siaran pers dari sejumlah kedutaan besar yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat, ucapan duka mendalam disampaikan antara lain oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri Inggris Raya Gordon Brown, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dan Raja Swedia Carl XVI Gustaf.

    Presiden Obama mengatakan sangat berduka dan telah memerintahkan jajaran pemerintahannya untuk melakukan koordinasi dengan berbagai upaya perbaikan dan pemulihan yang terus berlangsung di Indonesia.

    Obama yang mengalami beberapa tahun masa kecilnya di Jakarta itu juga mengatakan, Indonesia adalah negara luar biasa yang terkenal dengan ketangguhannya dalam mengatasi bencana alam, serta warganya selalu kuat dan tabah serta memiliki semangat untuk mengatasi tantangan yang besar ini.

    Sementara itu, PM Brown menyampaikan bela sungkawa mendalam kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta simpati kepada mereka yang telah kehilangan anggota keluarga dan teman mereka dalam tragedi tersebut.

    Presiden Sarkozy dalam suratnya kepada Presiden Yudhoyono mengatakan terguncang oleh gempa bumi yang telah memporak-porandakan kota Padang dan sekitarnya.

    Sarkozy juga menyampaikan rasa duka cita serta rasa solidaritas yang mendalam, dan ungkapan bela sungkawa kepada keluarga korban serta simpati kepada korban luka dengan harapan dapat lekas pulih kembali.

    Sedangkan Raja Swedia Carl XVI Gustaf mengekspresikan kesedihan yang mendalam atas tragedi dan melayangnya banyak nyawa yang disebabkan oleh gempa yang meluluhlantakkan Sumatera. (mad/wan/*)

    more
  • Wakil Kepsek SMP 4 Padang Saksikan Muridnya Ditimpa Bangunan Roboh Wakil Kepala Sekolah (Kepsek) SMP 4 Padang Heni Nuryanti, Spd sangat trauma bila mengingat terjadinya gempa berkekuatan 7,6 SR yang menghoyak Padang Rabu 1 Oktober 2009 lalu. "Saya saksikan di depan mata sendiri bagaimana reruntuhan menimpa dua murid saya," ucapnya kepada edijarot.com Jumat kemarin. Dalam musibah gempa itu, 4 orang murid SMP 4 Padang tewas. Menurut Heni, panggilannya, Rabu sore itu dia sebelumnya sedang berada di ruangan, kemudian dia haus dan pergi ke kantin. Tasnya yang berisikan banyak uang ditinggalkan di meja, hanya Hp saja yg dibawanya. Ketika berada di kantin, muncullah gempa sehingga dia dengan cepat menyuruh semua muridnya ke lapangan. Suasana kacau-balau, karena gempa cukup kuat, ada yang menjerit sambil memanggil ibu an ada pula yang mengucap sambil menyebut nama Allah. Namun beberapa murid tidak berani bertahan di halaman dan mencoba menerobos pintu untuk keluar. Disaat itulah loteng dan dinding roboh dan langsung mengenainya. "Saya melihat betul dua murid terhimpit bangunan yang runtuh, tapi tak bisa ber buat apa-apa, sementara orang-orang yang ada disana diam saja ketika saya katakan agar membantunya," ucap Heni sambil meneteskan air matanya. Tak lama kemudian susana semakin mencekam. Orang-orang pada berhamburan menuju tempat yang lebih tinggi lantaran takut tsunami tiba. Wakil SMP 4 Padang yang tinggal di Ulak Karang itu akhirnya memutuskan jalan kaki menuju rumahnya. Buk Heni tak memegang uang satu rupiah pun, karena tasnya di fruangan terhimpit bangunan yang ambruk. Dengan bantuan seorang warga Pondok yang merasa prihatin dengan nasib buk Heni itu maka diberilah uang Rp10 ribu kepada buk Heni untuk ongkos angkot. Namun karena angkot penuh semua. buk Heni berjalan sekitar 2 KM dari sekolahnya mencari angkot. Angkot yang hendak ditumpangi penuh-sesak, Setelah bermohon sambil mengatakan tidak masalah duduk di lantai, maka sopir angkot mempersilahkan buk Heni naik. Selepas magrib buk Heni sampai di rumahnya. Ketika berada di rumah, buk Heni menjumpai rumahnya dalam kondisi terkunci, karena anak-anak dan kedua orangtuanya duluan mengungsi ke Gunung Pangilun. Tak lama kemudian bertemu dengan suaminya dan mereka menyusul anak-anak yang mengungsi. "Sungguh cobaan yang teramat parah diberikan Allah, setelah gempa lampu PLN mati dan air PDAM tak menyala," ucapnya lagi. Dalam musibah gempa itu orangtua perempuan buk Heni mengalami luka memar di bagian lutut, sehingga tidak bisa berjalan. "Jadi apabila membayangkan bagaimana murid tewas tertimpa bangunan roboh, saya sedih sekali, karena tak bisa membantunya," ucap Heni Nuryanti lagi sambil mengakhiri ucapannya. (eja)

    more
  • Sari Selamat Dari Maut Setelah Terkurung 24 Jam seorang gadis yang cukup cantik panggilan Sari berhasil ditemukan dalam kondisi hidup di reruntuhan bangunan Prayoga jalan Veteran Padang, setelah terkurung selama 40 jam pasca gempa yang terjadi Rabu lalu. Sari ditemukan terhimpit oleh mayat2 oleh petugas lalu dilarikan ke rumah sakit. Agaknya nasib baik masih berpihak kepada gadis warga Pondok itu, ibaratkan kalau tak ajal berpantang maut. Hingga kemarin petugas masih berusaha melakukan pencarian korban di lokasi ABA Prayoga tersebut, karena diperkirakan puluhan orang masih berada di dalamnya.(eja)

    more
  • Deon Saksikan Rumah Makan Lamun Ombak Runtuh Banyak cerita yang terekam dalam benak manusia yang selamat tatkala gempa dahsyat berkekuatan 7,6 SR yang menguncang Padang Rabu awal bulan Oktober lalu. Ada yang pilu, sendu dan sedih. salah seorang mahasiswa UNP Padang Alandeon kepada edijarot.com kemarin menuturkan, Rabu sore 1 Oktober 2009 itu dia sedang berada di rumahnya jalan S.Parman No.197 A Ulak Karang Padang. Semula mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling (BK) itu mengira ada mobil lewat depan rumahnya yang berakibat tanah bergetar. Namun tak lama kemudian guncangan semakin kuat. Barulah Deon yakin itu adalah gempa. Alandeon yang hobby nyanyi itu tidak panik, dia segera membawa adik2, opa dan omanya keluar sambil mencari tempat yg aman dari reruntuhan. Namun karena suaasana begitu panik, Deon tak sanggup membimbing Omanya yang bernama Nuraida. Sang oma kemusdian terjatuh bersama guncangan gempa yang mengakibatkan kaki kanannya tak bisa bergerak. Beberapa detik kemudian, Deon menyaksikan rumah makan yang persis berada di depan rumahnya ambruk. "Saya menyaksikan betul bagaimana detik2 robohnya rumah makan yang biasanya buka selama 24 jam itu," ucap Deon dengan nada sedih. Orang2 yang ramai makan disana berhamburan keluar. Masih beruntung tak ada korban jiwa. Semula memperkirakan dalamnya ada 5 ora ng, tapi setelah didata ternyata tak ada korban di rumah makan lamun ombak itu," ucap Deon lagi. Pasca gempa lampu listrik mati, akhirnya Deon dan adik2nya serta oma dan opa dibawa sanak keluarga ke daerah Gunung Pangilun dan rumahnya yang bagaikan kapal pecah ditinggal begitu saja. "Saya baru pertama kali ini merasakan gempa yang cukup kuat," tutur Deon seraya mengangkat kedua bahunya menandakan kepiluan. Menurut Deon, rumahnya memang hanya retak2 saja, tapi perabotannya seperti televisi, lemari, kulkas, gelas2, piring dan hiasan dinding serta jam pecah berserakan.(eja)

    more
  • Pegawai Andalas Plaza Padang Histeris Beberapa orang pegawai andalas plaza Padang saling berpelukan dan diri ke lokasi yang aman tatkala gempa menghoyak. Ada yang histeris dan ada pula yang mengucapkan allah uakbar berkali-kali. Andalas Plaza roboh dan banyak warga terperangkap di dalamnya.(Foto Haswandi)

    more
  • Ambacang Plaza Padang Porak Poranda Inilah kondisi bagian samping Ambacang Plaza Padang setelah digoyang gempa 7,6 SR yang terjadi awal bulan Oktober 2009 lalu. Sekitar 200 mayat diperkirakan terkubur di dalam hotel milik Andre ini. Alat berat terlihat sedang melakukan evakuasi.(Foto Haswandi)

    more
  • Gedung DPRD Sumbar Rusak Inilah kondisi gedung DPRD Sumbar yang sebagaian roboh dihantam gempa yang terjadi di Padang 1 Oktober 2009. Ratusan warga setempat berdatangan kesana untuk menyaksikannya. Rencananya kalau tsunami datang warga bakal menduduki gedung yang cukup tinggi tersebut untuk berlindung. (Foto Haswandi)

    more
  • Rumah Mewah Ambruk salah satu bangunan rumah mewah porak-poranda setelah dihantam gempa berkekuatan 7,6 SR yang melanda kota Padang Rabu 1 Oktober lalu.(foto haswandi)

    more
  • Coba Menerobos Rumahnya Yang Roboh Seorang ibu muda yang belum diketahui namanya mencoba menerobos rumahnya yang roboh diterjang gempa untuk mencari anaknya setelah gempa menghoyak Padang, tetapi ditahan oleh petugas. Hingga Jumat kemarin 2 Oktober 2009 telah sekitar 600 orang yang ditemukan tewas dengan kondisi menyedihkan, ada yang kaki dan tangannya putus dan ada pula yang kepalanya hancur.(Foto Haswandi)

    more
  • Sekitar 282 Korban Belum Dievakuasi di Pariaman Setidaknya 282 orang dikhawatirkan berada di reruntuhan bangunan di sejumlah yang masih terisolir daerah di Kabupaten Pariaman setelah gempa bumi berkekuatan 7,6 SR Rabu (30/9) lalu. Bupati Padang Pariaman Muslim Kasim dalam penjelasannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam peninjauan dampak gempa di Balaikota Pariaman, Sumbar, Jumat, mengatakan akibat gempa bumi dan hujan terus menerus empat desa di Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, terisolasi dan sampai saat ini proses evakuasi masih diupayakan. "Telah diusahakan mengirim alat-alat berat, namun jalannya sempit sekali. Sedang diupayakan sekarang," kata Bupati. Bupati merinci, di desa Lubuak Laweh tercatat 180 orang tertimbun, di Pulau Aie 39 orang tertimbun, Desa Cumanak 50 orang, dan kaki Gunung Tigo 13 orang, sehingga total 282 orang masih tertimbun di 4 desa tersebut. Dalam peninjauan ke Kabupaten Pariaman, Presiden mendengarkan paparan Bupati Pariaman Muslim Kasim dan Walikota Pariaman Muklis R tentang dampak gempa di daerah tersebut. Di Pariaman yang mengalami kerusakan terparah, 207 tewas, korban dirawat 336 orang dan belasan ribu rumah hancur. Di Kab Pariaman 80 persen bangunan rumah penduduk hancur. Sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman terkena dampak gempa.(ant)

    more
  • Sejumlah Korban Terjebak Reruntuhan Bangunan Akademi Bahasa Setidaknya 22 orang masih terjebak di reruntuhan bangunan Akademi Bahasa Asing Prayoga di Jalan Veteran kota Padang akibat bencana gempa bumi yang terjadi Rabu (30/9) sore. Koordinator Satuan koordinator pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat Ade Edward di Padang, Jumat siang mengatakan semula korban yang terjebak reruntuhan mencapai 24 orang, namun dua orang kemudian berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Ia menjelaskan saat ini, nasib 22 orang lainnya belum diketahui dan usaha untuk mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di reruntuhan bangunan itu terus dilakukan. Sebelumnya, gempa tektonik berkekuatan 7,6 pada Skala Richter mengguncang Provinsi Sumatra Barat pada Rabu (30/9) pukul 17:16 WIB. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa itu berpusat di 0,84 Lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT), kira-kira 57 km barat laut Pariaman Provinsi Sumatera Barat pada kedalaman 71 km. Setelah itu, gempa bumi tektonik berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang menggoncang Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Kamis (1/10) pukul 08:52 WIB di 46 Km tenggara Sungai penuh pada kedalaman 10 Km.(ant)

    more
  • TNI AL Siapkan Delapan Kapal ke Sumbar TNI AL menyiapkan delapan kapal untuk mengangkut alat berat dan bahan makanan kering bagi korban gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) yang mengguncang Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Menurut Kadispenal TNI AL Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, SE di Jakarta, Jumat, TNI AL juga membentuk satuan khusus untuk membantu korban gempa bumi di Sumbar, yaitu di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kadispenal TNI AL Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, SE bersama dengan Pangkolilamil Laksamana Muda Marestio melepas KRI Gilikmanuk 531 dan KRI Teluk Cirebon 534 dari dermaga Markas Komando Kolilamil Tanjung Priok menuju Sumbar. Delapan kapal perang itu digunakan untuk mengangkut bantuan dari Jakarta ke wilayah yang dilanda gempa. Kapal perang yang juga akan diberangkatkan antara lain KRI Celukan Bawang 532, KRI Teluk Parigi 539, KRI Makasar 590, KRI Mentawai 959 dan KRI Dr Suharso 990. Selain itu TNI AL juga menerjunkan satu batalyon gabungan Marinir (Kesehatan, Komlek dan Angmor). Ia menjelaskan kapal rumah sakit yakni KRI Dr Suharso yang memiliki tiga kamar operasi, 40 kamar pasoen dan dek kapal dapat menampung 250 pasien. Selain itu juga didatangkan 56 dokter dari Surabaya, yang akan bekerja sama dengan RS Harapan Kita dan TNI AL untuk membantu korban gempa. Delapan kapal tersebut akan bertugas selama dua bulan di Padang. TNI AL juga akan memberikan bantuan peralatan berupa lima unit genset. Dua kapal yang diberangkatkan membawa 250 personel dari TNI AD, 281 personel dari TNI AL untuk mencari para korban yang tertimpa reruntuhan.(*)

    more
  • Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar Untuk Tanggap Bencana Gempa Padang Sumatera Barat—dari kekuatan dan jenis kerusakan yang ditimbulkan—mirip dengan gempa Yogyakarta beberapa waktu lalu. Namun, tampaknya gempa 7,6 skala Richter, Rabu (30/9), ini lebih parah. "Mungkin kita akan lihat bagaimana situasi di tempat karena ini akan lebih berat dari Yogyakarta," kata Sri Mulyani Indrawati, pelaksana tugas Menko Perekonomian, seusai rapat koordinasi gempa Padang Sumbar di Base Ops Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta, Jumat (1/10). Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk tanggap bencana. Selain itu juga ada Rp 150 miliar yang siap digunakan. Menurut Sri Mulyani, jumlah dana itu cukup untuk 1-2 bulan ke depan. "Kita belum tahu," ucap Sri Mulyani ketika ditanya seberapa besar dampak bencana ini pada APBN. Diungkapkan bahwa Padang termasuk daerah yang difokuskan untuk merevitalisasi pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, bencana ini memiliki dampak yang cukup serius. "Maka, kecepatan untuk memulihkan infrastruktur dan transportasi akan sangat penting. Ini akan dijadikan fokus untuk PU (Departemen Pekerjaan Umum) pada saat yang sama Menteri Perhubungan (untuk) menangani keseluruhan aspek dari sisi human sufering," papar Sri Mulyani. Pola rehabilitasi dan konstruksi Padang pasca-gempa masih belum ditentukan. Adapun penanganan bencana di Yogyakarta dan Tasikmalaya diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai koordinator, dan didukung oleh pemerintah pusat. Ia bersama warga desanya mengungsi ke mushala yang ada di atas bukit pasca-gempa. Adapun saat gempa terjadi, ia sedang berada di sawah. "Air sawah tiba-tiba menggelegak (mendidih). Buihnya terlihat jelas dan terasa panas, bahkan air hitam ikut terangkat. Kami semuanya yang berada di sawah berlarian dan pulang ke rumah. Tapi yang kami temui rumah dah roboh," ujar Ayang, menceritakan peristiwa gempa yang dialaminya pada Rabu petang kemarin. Perempuan berkulit putih itu mengatakan, di daerah tempat tinggalnya tidak banyak korban, baik yang meninggal, maupun luka-luka, karena umumnya warga sedang berada di sawah. Namun, dia melanjutkan, terdapat dua korban jiwa yang diketahuinya meninggal, yakni dua remaja laki-laki yang sedang berada di masjid Sobirin, tidak jauh dari jalan lintas barat itu. Mereka meninggal karena tertimpa kubah masjid yang roboh. Berikut korban gempa yang masuk ke RS M Djamil hingga pukul 17.30 Kamis sore. 1. Winna alamat Gaung Teluk Bayur Padang, meninggal di bimbel GAMMA Jl Proklamasi Padang 2. Ade Anggraini (19), alamat Jondul V Tabing Padang 3. Tommy Saputra, siswa SMP 4 Padang 4. Nini, Sales di Plaza Andalas Padang 5. Nurul Fanisah (17), alamat Ulak Karang Padang 6. Desi Monika (15), alamat di Gaung, Teluk Bayur Padang 7. Edwin, alamat, Mata Air Padang 8. Sista Puspita, alamat Jondul Rawang Padang 9. Eri Mairina, alamat Piai Atas Padang 10. Joni Afiandi, alamat Padang Besi Padang 11. Wira, alamat Mawar Putih Padang 12. Azar, alamat Sawah II Padang 13. Fatmawati (49), alamat Pekanbaru 14. Rini Yulianda (24), alamat Ulu Gadut Padang 15. Rafinka Andriani (20), Jalan wirasakti 4 no 27 Padang 16. Sinta Marceli, alamat Indarung 17. Tommy Yono, Jl Wirasakti Padang 18. Deki Monika (wanita) 19. NG W J alamat Parupuk Raya Padang 20. Saniffah Zubaidah 21. Aliswan 22. Ade Laili alamat Jondul Siteba 23. Lady Fitrisia meninggal Adira 24. Feni Marina, alamat Sutomo, meninggal di Elfa Edison Pondok 25. Tanpa nama 26. Tanpa nama 27. Tanpa nama 28. Tanpa nama 29. Tanpa nama 30. Sukma Triananda (14), alamat Cengkeh Padang 31. Yuli Syahrial, Kacab Bank Internasional Indonesia Padang, alamat Jambi 32. Tanpa nama, meninggal di Suzuki Sawahan 33. Melisa Ferareli, alamat Siteba, meninggal di Pasar Inpres 34. Rini Yuliana, alamat Jl Garuda, Ulu Gadut Padang 35. Rahmawati, meninggal di Sentral Pasa Raya Padang 36. Nurbani (46), meninggal di Hotel Ambacang 37. Febti Gustin (46), alamat di Singkarak, meninggal di Hotel Ambacang 38. Supami (55), alamat di Pasaman, meninggal di Hotel Ambacang 39. Tanpa nama, meninggal di Hotel Ambacang 40. Budi Setiawan, alamat Jl Bunda Padang, meninggal di Hotel Ambacang. 41. Risnawati, alamat Sagiran Agam, meninggal di Hotel Ambacang 42. Razali, alamat Tanjung Balit, Pangkalan 50 Kota, meninggal di Hotel Ambacang 43. Safneti, alamat di Sagiran Agam, meninggal di Hotel Ambacang 44. Tanpa nama (laki-laki), alamat di pegambiran, meninggal di Hotel Ambacang 45. H.Jailani (60) alamat Wisma Tabing, meninggal di Emergency Peny Dalam 46. Wira (24), alamat Biaro Agam, meninggal di Adira 47. Elfi Fauma (36), alamat Lakuk, Padang, meninggal di ruko Ambacang 48. Firman Noerta (42), alamat Belimbing Padang, meninggal di Bappeda 49. Anisa Pratiwi (14), SMP 6 Padang 50. Yanto (36), alamat Veteran Dalam Padang, meninggal di Hotel Sriwijaya 51. Putri Wulandari (13) alamat Pegambiran Padang meninggal di bimbel Gamma 52. Khairisa (14) alamat Belimbing, meninggal di bimbel GAMMA 53. Tanpa nama (35) wanita meninggal di Hotel Ambacang 54. Destalina (30) alamat di Siteba meninggal di bimbel GAMMA 55. Ucok (29), alamat Mentawai, meninggal di Kantor Gubernur 56. Tanpa nama (wanita), siswa MTsN, meninggal di bimbel GAMMA 57. Tanpa nama (50) wanita, alamat di Pauh Kamba, Pariaman 58. Tanoa nama (20), wanita Pramugari Lion Air, meninggal di Hotel Ambacang 59. Fitria Ananda (14) Perumadam III Padang, menininggal di bimbel Gamma 60. Angga Aldino (20), alamat Parak Lawas, siswa SMP 9 Padang, meninggal di bimbel GAMMA 61. Aditia Utami, alamat di Andalas Timur, meninggal di bimbel GAMMA 62. Dewi Sartika, alamat di Koto Luar Pauh, SMP 23 Padang, meninggal di bimbel GAMMA 63. Fadil, alamat di komplek Unand Gadut, siswa SMP 21, meninggal di bimbel GAMMA.

    more
  • Bantuan Buat Korban Gempa Padang Mulai Mengalir Lembaga Kemanusiaan World Vision Indonesia mengalokasikan dana senilai 262 ribu dolar AS atau Rp2,6 miliar untuk membantu korban gempa 7,6 Skala Richter (SR) yang melanda Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (30/9). "Dana tersebut segera didistribusikan dalam bentuk paket bantuan. Saat ini kami tengah mempersiapkan 2.000 paket bantuan bagi keluarga dan 750 paket untuk balita," kata National Director World Vision Indonesia Trihadi Saptohadi di Jakarta, melalui siaran pers, Kamis, Kamis (1/10). Paket bantuan itu berupa tenda, tikar plastik, sarung, selimut, pembalut wanita dan peralatan untuk bayi. "Kami juga menyiapkan 2.000 kantung air yang akan diberikan kepada korban gempa di Sumatra Barat," ujarnya. World Vision juga menggalang tambahan dana untuk para korban di berbagai belahan dunia hingga mencapai 1 juta dolar AS atau Rp10 miliar. Selain itu, kata Trihadi, pihaknya juga menerjunkan tiga staf ahli untuk melakukan pengkajian awal dan telah tiba di lokasi bencana Kamis pagi. "Saat ini situasi sangat kritis dan dibutuhkan tenaga ahli yang mampu mengkaji kondisi di lapangan sehingga langkah strategis untuk pemulihan bisa segera diambil," katanya. Menurut dia, pihaknya memiliki staf profesional dan terlatih sehingga siap diterjunkan kapan saja dan di mana saja. "Kami juga menyiapkan paket darurat di gudang-gudang penyimpanan dan siap didistribusikan saat terjadi bencana," ujarnya. Ia mengatakan hingga kini pihaknya masih memberikan bantuan kepada korban gempa di Pangalengan dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Kendati demikian, sebagai organisasi kemanusiaan yang tanggap bencana, World Vision tetap berkomitmen menerjunkan staf terbaik untuk merespons bencana di Sumatra Barat. "Kami akan bekerja secara sinergis dengan pemerintah dan masyarakat untuk memastikan bahwa masyarakat miskin dan anak-anak tidak semakin menderita akibat bencana gempa," ujarnya. Simpati terhadap bencana gempa yang kembali melanda Indonesia mengalir dari luar negeri. Pemerintah Kanada melalui Menteri Luar Negeri Kanada, Lawrence Cannon, Kamis (1/10), menyampaikan pernyataan belasungkawa kepada rakyat Indonesia atas bencana gempa bumi 7.6 skala richter di Sumatra Barat, yang terjadi kemarin. "Kanada sangat prihatin atas rakyat Indonesia yang terkena gempa di Sumatra dan juga dampaknya terhadap kehidupan dan mata pencaharian mereka," demikian Menteri Cannon dalam siaran pers yang dikeluarkan Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia. Menurut Cannon, sejauh ini pihaknya belum menerima adanya laporan warga Kanada yang meninggal dunia atau terluka karena bencana gempa tersebut. Para pejabat Kanada di Ottawa dan di Kedutaan Besar Kanada di Jakarta terus memonitor dampak gempa ini di Indonesia. "Kami terus menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia, tambah Menteri Cannon. Warga negara Kanada yang berada di daerah yang diguncang gempa dihimbau untuk segera menelpon rumah dan menenangkan keluarga mereka, meski mereka sendiri tidak terkena kejadian ini.

    more
  • Telah 600 Korban Tewas Ditemukan Akibat Gempa di Padang PADANG (OKTOBER) Dua setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,6 SR mengguncang Sumbar Rabu sore (30/9), upaya evakuasi masih terus dilakukan. Diperkirakan ribuan orang masih terperangkap di bawah reruntuhan gedung dan bangunan yang ambruk akibat gempa. Berdasarkan laporan di Kota Padang, jumlah gedung, rumah, ruko, hingga pertokoan yang runtuh akibat gempa mencapai ratusan. Data dari Pusat Informasi Bencana Gempa Sumatera Barat sampai Kamis (1/10) pukul 17.38, korban meninggal dunia tercatat 600 orang, dan korban luka berat tercatat 87 orang. Jumlah tersebut baru sementara dan berasal dari tiga daerah yaitu Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman. Di Pesisir Selatan, 4 orang meninggal dunia, yakni di Aliswar (54) di Koto Pulai, Nurmi (51) dan Abu Khair (60) di Ampang Pulai, dan Ros Tanjung di Siguntua Mudo serta sejumlah warga dirawat di RS Painan. Meski demikian, jumlah korban diperkirakan masih terus bertambah. Selain itu, Satkorlak Penanggulangan Bencana Pemerintah Provinsi Sumbar mencatat di Kota Padang, korban luka berat tercatat sebanyak 50 orang dan luka ringan sebanyak 1.590 orang. Di Kota Pariaman sebanyak 25 orang mengalami luka berat dan sebanyak 500 orang luka ringan. Sedangkan di Kabupaten Pesisir Selatan, korban luka berat berjumlah delapan orang. Kerusakan bangunan di Kota Padang tercatat ada sekitar 150 unit rumah rusak berat, 200 unit rusak sedang, dan 1.500 unit rusak ringan. Data jumlah gedung yang ambruk yang tercatat di Satkorlak PB Sumbar yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Gedung Dealer Suzuki Sawahan, Gedung Dealer Hiundai, lima unit ruko di Sawahan, Gedung LBA LIA, Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Sumber dan sebagian Kantor Gubernur Sumbar. Sementara gedung yang rusak berat yaitu bagian belakang Balaikota Padang, Matahari Dept Store, Plaza Andalas, Sentral Pasat Raya Padang, Bank Indonesia, Bapeda Sumbar, Kesbangkpol Sumbar, dan Pusdalop Sumbar. Berbagai perguruan tinggi di kota tersebut juga mengalami rusak berat, di antaranya adalah Universitas Putra Indonesia, Universitas Andalas, dan Universitas Negeri Padang bahkan runtuh. Sementara rumah penduduk yang rusak berat yaitu 20 unit rumah di Tunggul Hitam, Kec Kota Tengah, lima diantaranya ambruk, tiga rumah di Perum Bumi Minang Gorong Gadang ambruk, dan empat rumah di Perum Taruko 1 Kec kuranji juga ambruk. Di Flamboyan Baru Kecamatan Padang Barat satu buah rumah hasil bedah rumah senilai Rp10 juta yang baru selesai dikerjakan juga rata dengan tanah dan sejumlah rumah warga mengalami rusak berat. Meski upaya evakuasi masih dilakukan pada sejumlah bangunan yang rubuh, namun terbatasnya alat berat membuat upaya evakuasi sedikit terhambat. Bahkan, hingga tadi malam sekitar 200 tamu Hotel Ambacang di Kota Padang masih belum dapat dievakuasi karena terkendala oleh minimnya peralatan. Gedung hotel dalam kondisi ambruk total, sehingga sulit untuk melakukan evakuasi korban secara manual. Lantai dasar hotel itu, memang amblas ke dalam tanah. Ada retakan di sana-sini. Delapan mobil dari Taft hingga Honda Stream rusak berat tertimpa ambrukan material hotel. Diduga, puluhan orang masih terjebak di reruntuhan hotel. Sekitar pukul 14.05, sesosok jenazah dievakuasi belasan anggota kepolisian, dari lantai dua, yang dibantu satu loader (alat berat). "Itu tadi seorang pramugari," kata seorang polisi menunjuk kantong mayat kuning. Sementara, 12 jenazah siswa Primagama di Jl. Proklamasi berhasil dievakuasi pada Kamis sore. Namun masih terdapat puluhan anak-anak yang saat gempa terjadi tengah ujian belum diketahui nasibnya karena upaya evakuasi masih terus berjalan. Mobil ambulans menderu saat keluar dari lokasi Bimbingan Belajar itu. Di lokasi tersebut, gedung tiga lantai itu pun kini tak berbentuk, digaruk-garuk alat berat. Kondisi yang sama juga terjadi di LPK Quantum Jl. Belakang Olo. Puluhan mahasiswa masih terperangkap di balik reruntuhan sementara upaya evakuasi masih terus dilakukan. Begitu pula dengan evakuasi korban di bimbel GAMMA dan LIA. Khusus di bimbel GAMMA sekitar 50 siswa yang mengikuti bimbingan belajar, tertimbun reruntuhan. Di RSUP DR M. Djamil, sebanyak 63 mayat korban gempa dari berbagai tempat di Kota Padang, hingga Kamis sore masih berada di Posko rumah sakit itu. "Korban tewas yang berada di posko ini sebanyak 63 orang. Selain itu, kita merawat 90 pasien, dan 168 korban luka-luka," kata Direktur RS M Jamil Padang, dr Suchyar Iskandar. Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih mampu menangani korban gempa, termasuk kesiapan obat-obatan. Hanya saja dia mengaku kekurangan sekitar 10 tenda, untuk perawatan. Suchyar mengatakan, bagi keluarga korban yang ingin mengambil mayat, mesti dilengkapi dengan identitas korban. "Di posko juga ada tim forensik yang mengidentifikasi sidik jari korban," katanya. Pada Kamis malam, kembali bertambah 15 jenazah yang diantarakan ke posko RS M Djamil. Hingga saat ini belum diperoleh identitas korban. Suasana Kota Padang hingga Kamis sore masih mencekam. Kendaraan lalu lalang dengan kecepatan tinggi. Tampak juga mobil petugas medis dan aparat satkorlak, tampak lalu lalang. Pesawat pembawa bantuan dan sejumlah helikopter polisi dan TNI meraung-raung di langit Kota Padang. Bangunan Rubuh, Jalan Merekah Sementara itu, sepanjang jalur lintas barat Sumatera Barat (Sumbar) yang menghubungkan Kabupaten Pasaman-Agam-Padang Pariaman-Kota Pariaman-Kota Padang, banyak rumah roboh dan badan jalan amblas dan merekah. Dari penyusuran jalur barat Sumbar melalui Kelok 44 sejak Rabu malam hingga Kamis pagi, ada banyak rumah warga yang roboh, baik rumah permanen maupun semipermanen. Selain itu, gedung SDN 027 Sungai Limau dan beberapa masjid serta kantor Wali Nagari Silubang, Sungai Sirah, Kabupaten Padang Pariaman, mengalami hal serupa. Dari penyusuran tersebut, kondisi bangunan roboh dan jalan merekah akibat gempa mulai terlihat saat memasuki Kecamatan Tiku, Kabupaten Agam. Bahkan, bangunan di Pasar Tiku juga hancur. Rumah penduduk yang berada di jalur lintas tersebut, baik yang roboh, maupun masih utuh, terlihat tidak berpenghuni. Kondisi listrik mati saat mulai memasuki Kabupaten Pasaman. Rumah penduduk terlihat gelap gulita bahkan sinyal telepon genggam juga mati. "Tadi malam kami pergi mengungsi ke bukit. Sampai tadi malam, masih terjadi empat kali gempa dan terakhir subuh tadi gempa terasa cukup kuat," ujar Ayang (48), seorang warga Paingan, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, yang dijumpai sedang melihat rumahnya yang ambles. Sementara itu, rumah yang roboh di sepanjang jalan lintas tersebut kebanyakan berada di desa Sungai Sirah, Kecamatan Sungai Limau. Jalan raya di daerah itu juga ambles dan merekah bahkan tiga jembatan yang ada di desa tersebut retak-retak. "Di daerah kami ini tidak hanya rumah yang roboh, tapi juga banyak yang meninggal karena tertimpa rumah," ujar Aciak (51) seorang warga Sungai Sirah. Di puskesmas setempat terdapat empat korban jiwa, tiga orang di antaranya merupakan satu keluarga, sedangkan puluhan orang lainnya yang menderita luka silih berganti mendatangi puskesmas untuk menjalani perawatan. Di Painan Pesisir Selatan, yakni Kecamatan Empat Jurai, Bayang Utara, Bayang, dan Tarusan ribuan rumah rusak akibat gempa. Pada Kamis malam, bantuan sudah mulai berdatangan. Bupati Pessel Nasrul Abit terus meninjau dan menginstruksikan jajarannya untuk menangani dengan serius para korban gempa. Bertahan di Perbukitan Ratusan warga Sungai Rambah, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, yang rumahnya hancur akibat gempa berkekuatan 7,6 skala richter (SR), Rabu (30/9) saat ini masih bertahan mengungsi ke Lubuk Alung (kawasan perbukitan). Warga yang kehilangan tempat tinggal itu ditampung di sejumlah rumah-rumah penduduk, balai desa dan sebagian lagi di tenda-tenda yang didirikan oleh pemerintah daerah setempat, kata warga Desa Sungai Rambah, Agus Tanjung (38) yang menghubungi keluarganya Rizal (43) di Medan, Kamis. Menurut dia, rumah warga di Desa Sungai Limau atau sekitar lebih kurang 28 km dari Lubuk Alung, seluruhnya roboh dan tidak bisa ditempati lagi, maka seluruh masyarakat terpaksa pindah ke desa lain yang tidak terkena goncangan gempa. "Saya bersama tiga orang anak dan ibu harus mengungsi ke tempat lain, karena rumah peninggalan dari nenek yang telah berusia puluhan tahun itu rata dengan tanah," ujar Agus yang meneteska air mata saat bertelpon dengan saudaranya yang tinggal di Medan. Apalagi, sejak kejadian gempa itu, Rabu sore, alat komunikasi terputus total dan tidak dapat menghubungi sanak dan famili yang ada di perantauan. "Alhamdullilah, saluran komunikasi saat ini sudah mulai agak lancar, kendati masih terputus-putus serta suaranya kurang begitu jelas," katanya. Sumbar Butuh Tambahan Alat Berat Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) membutuhkan tambahan alat berat untuk mengevakuasi warga yang diperkirakan masih banyak terjebak di reruntuhan gedung dan pertokoan akibat gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang terjadi Rabu sore. Walikota Padang, Fauzi Bahar sebelumnya telah menginstruksikan jajarannya untuk menggunakan alat berat guna menyelamatkan warga yang masih terjebak dalam reruntuhan gedung dan pertokoan. Sekitar 80 alat berat telah digunakan untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak di reruntuhan gedung maupun pertokoan di Kota Padang. Dan jumlah tersebut, menurut wali kota, masih sangat kurang mengingat jumlah gedung yang runtuh mencapai ratusan. Sejumlah alat berat digunakan untuk mengevakuasi warga yang terjebak reruntuhan ruko di jalan Pondok. Ditemukan sembilan warga meninggal akibat tertimpa ruko tiga tingkat di jalan tersebut. (mad/ant/kcm)

    more
  • WARGA PADANG KAGET NOORDIN M TOP TERBUNUH Kasus kematian gembong teroris yang tewas dibunuh dalam penggerebekan di Solo cukup mengagetkan warga kota Padang. Ketika dihubungi edijarot.com kemarin usai buka puasa dengan direksi PT Semen Padang,Rafles merasa kurang percaya kalau Noordin yang punya banyak istri itu tewas juga. "Selama 9 tahun buron gembong teroris asal Malaysia itu aman-aman saja.Kenapa kali ini dia bulus,apakah ilmu menghilangnya sudah tak mempan lagi di bulan puasa ini," ucap Rafles reporter RRI Padang itu dengan heran. Sementara Roni menambahkan sepandai-pandai tupai melompat sekali-kali bakal terjatuh juga.kayaknya nasib Noordin kayak gitu," ucapnya

    more
  • YAMAHA BUKA BERSAMA RATUSAN ANAK YATIM DI PADANG PADANG, SEPTEMBER Sekitar 500 anak yatim dari 10 yayasan panti asuhan di Kota Padang memenuhi Hotel Bumiminang Padang dalam gelaran buka bersama yang dilaksanakan Yamaha, Minggu (13/9). Dalam kesempatan itu, Yamaha juga memberikan paket lebaran bagi masing-masing anak yatim. “Ini wujud kepedulian Yamaha terhadap sesama yang rutin dilakukan setiap tahun. Kepada pengurus panti, kami sampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya, karena telah merawat dan mendidik anak yatim ini untuk menjadi harapan dan pemimpin bangsa pada masa mendatang,” ungkap Direktur CV Tjahaja Baru Padang Heriyanto Ghani, disela-sela kegiatan buka bersama ini. Selain memberi paket lebaran kepada anak yatim ini, Yamaha juga memberikan sejumlah uang tunai untuk pembangunan mesjid dan musholla yang diberikan kepada 10 perwakilan pengurus mesjid dan musholla di Kota Padang. Dengan bantuan ini, diharapkan pembangunan mesjid dan musholla ini dapat lancar, sehingga para kaum muslim dapat lebih betah dan terus terpacu untuk beribadah di mesjid atau di musholla. Dalam kegiatan buka bersama ini, Yamaha juga mengundang 10 leasing dan sejumlah mitra kerja lainnya di Kota Padang. Heriyanto Ghani mengakui, seluruh mitra kerja ini sangat berperan penting dalam peningkatan penjualan Yamaha di Sumbar yang terus meningkat. Heriyanto Ghani menjelaskan, pada tahun 2009 ini, rata-rata penjualan sepeda motor Yamaha telah mencapai angka 4 ribu hingga 5 ribu unit perbulannya. Ia mengatakan, kesuksesan ini tidak terlepas dari dukungan seluruh lembaga keuangan atau leasing, maupun mitra Yamaha lainnya. “Atas dukungan semua mitra Yamaha, saat ini Yamaha bisa menjadi nomor satu. Semoga hubungan baik yang telah terbina ini, tetap terus terjaga hingga masa mendatang,” jelasnya. General Manager (GM) CV Tjahaja Baru Padang Joko Anggoro menambahkan, selain menggelar buka bersama dengan anak yatim dan seluruh mitra Yamaha ini, Yamaha juga menggelar touring keliling Kota Padang menjelang waktu buka puasa bersama dengan para bikers di Kota Padang. “Touring ini diikuti sekitar 70 sepeda motor dari seluruh jenis kendaraan. Kegiatan ini terbuka untuk umum, dengan syarat harus mengendarai sepeda motor Yamaha. Kegiatan ini berpusat di Sentral Yamaha Jalan Damar Padang,” ujarnya. Seusai menggelar touring ini, para bikers juga diajak buka puasa bersama di Hotel Bumiminang Padang yang bergabung dengan ratusan anak yatim, sehingga tempat ini tampak kian sesak. “Kegiatan ini juga merupakan wujud terima kasih kepada konsumen Yamaha, yang mana para konsumen akan terus kami manjakan dalam berbagai kegiatan,” katanya.(wan)

    more
  • Polres 50 Kota Ungkap Perampokan Fiktif PADANG, SEPTEMBER Yang namanya barang busuk bagaimana pun juga pandai menyimpannya, pasti bakal tercium juga. Agaknya pepatah itu cocok dialamatkan terhadap Efendi (48), karena kebohongannya terungkap. Sebelumnya Efendi yang beralamat di Balai Panjang Bawah, Lareh Sago Halaban, Kabupaten 50 Kota itu mengaku kehilangan mobil Fuso BA.9922 JS dan uang hasil penjualan semen sebanyak Rp19 juta, akibat dirampok sekelompok orang di Pangkalan. Kapolres 50 Kota AKBP Chairul Aziz kepada edijarot.com kemarin menyebutkan, Efendi mengaku pada hari Minggu 13 September 2009 dia mengemudikan truk Fuso BA.9922 JS dari Padang dan ketika berada di jalan Koto Alam, di kelok 17, Koto Alam Pangkalan, dihentikan oleh pelaku, dengan cara memepet kendaraan fuso oleh mobil Panther, dan korban melaju terus, kemudian setelah 500 meter berjalan dipepet lagi oleh pelaku dan korban berhenti. Kemudian menurut Efendi, sopir turun dan ternyata dari dalam mobil Panther itu keluar 2 orang pria sambil menodongkan senjata dan menuduh mobil korban telah melukai orang. Korban dibawa pelaku dengan mobil Panther dan dibawa berkeliling ke Payakumbuh dan akhirnya diturunkan di daerah Payonibung. ”Setelah dilakukan penyelidikan secara intensif terungkaplah bahwa ternyata korban telah melakukan kebohongan terhadap laporan yang dibuatnya di Mapolres 50 kota,” ucap Chairul Aziz Hasil penyelidikan pelapor/korban sebenarnya adalah pelaku penggelapan terhadap barang-barang yang dilaporkan telah dirampok tersebut, berupa truk fuso dan uang sejumlah Rp18 juta, perbuatan itu dilakukanya karena pelaku terjerat hutang dan tuntutan kebutuhan ekonomi. Menghadapi lebaran yang tinggal seminggu lagi. Menurut Kapolres 50 Kota, saat ini tersangka dan barang bukti telah disita. Penyelidikan terus dilakukan. Bila mana berkasnya selesai diperiksa nanti bakal segera diserahkan ke kejaksaan untuk selanjutnya disidangkan. “Yang jelas tersangka Efendi saat lebaran nanti merayakannya dalam sel tahanan Mapolres 50 Kota,” ucap Chairul Aziz lagi.(eja)

    more
  • Dua Pulai Dijual di Pesisisir Selatan PAINAN, SEPTEMBER Dipastikan dua pulau di Kabupaten Pesisir Selatan telah dijual menjadi milik pribadi. Dua Pulau yang telah dijual tersebut adalah Pulau Taraju dikawasan Pulau Cubadak dan Pulau Kumbang, kedua – duanya terdapat di Kecamatan Koto XI Tarusan. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Haluan terkait penjualan pulau tersebut, maka Pulau Teraju dibeli seorang perempuan keturunan Tiong Hoa bernama Lim Tjoei Siok dari Bastian Z yang bertempat tinggal di Samarinda pada tanggal 22 bulan lima tahun 2009 lalu. Luas Pulau Teraju yang saat ini telah dikuasai Lim Tjoei Siok beralamat di Padang tersebut berkisar sekitar 2 hektare. Sebelum menjadi milik Bastian Z tanah tersebut merupakan milik tanah adat di Kampung Sungai Nyalo Kenagarian Ampang Pulai yang diperolehnya pada tahun 1994 berdasarkan surat jual beli. Tanah tersebut oleh Lim Tjoei Siok dibeli seharga Rp 170 juta. Untuk tahap pertama sebagai uang muka Lim Tjoei Siok membayar 70 juta, sementara uang pelunasan akan dibayar selambat lambatnya setelah keluar surat keterangan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Pesisir Selatan. Lim Tjoei Siok sebelumnya telah pernah mengajukan permohonan hak kepada Badan Pertanahan Pessel dan Bupati Pesisir Selatan. Namun hingga kini permohonan tersebut belum terealisasi. Sementara Pulau Kumbang dibeli oleh Ketut Wirdayasa SE warga Bali sebesar tiga ratus juta rupiah. Tanah tersebut adalah tanah pusako yang juga belum terdaftar pada Kantor Pertanahan Kabupaten Pesisir Selatan.Kepastian. Menyoal terjadinya kasus jual beli Pulau Kumbang di Kenagarian Ampang Pulai Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan oleh Amri wahib (alm) kepada Investor luar daerah tersebut telah di cek kebenarannya. Perihal pengecekkan tersebut disampaikan Wakil Bupati Pesisir Selatan Drs. Syfrizal kepada Haluan diruang kerjanya sebelumnya kepada Haluan menyebutkan, pemerintah hari Kamis (3/9) terkait merebaknya kabar menyangkut penjualan pulau yang berada di titik koordinat 1derajad 19’1 “LS – 100 derajat 34”12 “LT tersebut telah melakukan pemeriksaan dan menemukan sejumlah bukti. “Kita telah lakukan pemeriksaan terhadap Pulau Kumbang, dan Pulau Taraju dimaksud, mulai dari keberadaan pemilik dan pembeli, kemudian proses yang ditempuh hingga menyangkut keabsahan proses tersebut sampai Pulau itu jatuh ketangan individu,” ujar Syafrizal. Selanjutnya menurut Syafrizal, Pemeriksaan dan pengecekan langsung kelapangan memang ditemukan bukti bukti bahwa yang bersangkutan telah membeli atau dalam kata lain telah terjadi jual beli pulau di sana Pemerintah Kabupaten akan menuntut pelaku secara hukum. “Kita akan bertindak tegas terhadap siapa saja yang tidak mematuhi aturan berlaku, terutama menyangkut jual beli pulau. Kita akan menuntut pelaku sesuai dengan aturan berlaku,” ujar Syafrizal lagi.(har/sby)

    more
  • Tiga Dugaan Korupsi Di Solok Diselidiki Kejaksaan SOLOK,SEPTEMBER TIGA kasus dugaan korupsi di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Solok mulai ditinggkatkan dari penyelidikan ke penyidikan karena ditemukan bukti awal dugaan korupsi dan kerugian keuangan negara. Kajarii Solok Teguh melalui Kasi Intelnya Satria Abdi di kantornya Jumat (4/9) mengatakan, ketiga kasus dugaan korupsi itu masing-masing di Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok. Pembangunan lapangan bola kaki di Koto Parik Gadang Diateh Solok Selatan dan pada Dinas Kesehatan Kota Solok. Ditemukannya dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara setelah tim penyidik masing-masing Satri Abdi, SH.MH. Muhlis. SH dan Siti Apriyanti.SH menemukan bukti awal selama penyelidikan, lantaran adanya dugaan kerugian uang negara sehingga kasusnya ditingkatkan kepenyidikan. Untuk kasus dugaan korupsi di UMMY Solok melalui paket mata anggaran pengadaan sistim informasi dan menajemen yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi di UMMY Solok tahun 2006. Sasarannya pembelian 20 unit computer komplit, peralatan laboratorium bahasa dan sistim informasi akademik berbasis website online. Untuk pengadaan kepentingan di UMMY itu Direktur jendral pendidikan tinggi pendidikan nasional mengalokasikan dana sebanyak Rp.375.000.000,-namun setelah beberapa tahun berjalan ternyata aspek yang dikehendaki tidak sesuai proposal yang diterima . Hanya ada beberapa computer itupun masih dalam kotak dan belum terpasang. Selain itu, webside online yang harusnya sudah terpasang dan beroperasi ternyata tidak dapat dimanfaatkan mahasiswa UMMY Solok, pada hal pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran. Untuk memastikan berapa kerugian negara, kejaksaan juga meminta bantuan BPKP untuk meghitungnya. Tersangkanya sudah ditetapkan kata Satria yakni dari pihak UMMY berinsial H dan dari rekanan sendiri. Sementara itu pembangunan lapangan bola kaki di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh dimana Pemda Kabupaten Solok Selatan mengalokasikan dana 1,175 miliar rupiah tahun anggaran 2008. PT. Arga Citra Buana selaku pemenang tender tidak bisa menyelesaikan proyek sesuai kontrak. Pada hal dana yang dikucurkan sudah mencapai 78 % sementara nilai pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan dana yang diterima, berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan kerugian negara. Lapangan bola kaki itu saat ini ditinggalkan begitu saja. Selain itu Kejari Solok juga menetapkan tersangkanya 3 orang masing-masing HR dari rekanan. Ar dari Pimpinan Pejabat Teknis Kegiatan ( PPTK) dan SA selaku Kuasa Pememgang Anggaran (KPA). Untuk kasus dugaan korupsi di Dinas Kesehatan Kota Solok dalam bentuk penggunaan anggaran pada dinas tersebut tahun 2006, anggaran yang semestinya dihabiskan Rp3 miliar misalnya hanya habis Rp2 miliar . Kemudian sisanya tidak disetorkan ke kas daerah. (alf)

    more
  • Menghamili Keponakan, Tukang Parkir Diajukan ke Pengadilan Negeri Padang PADANG,SEPTEMBER Diduga memperkosa keponakan is trinya, Andri Zetrizal Putra panggilan An (27) tukang parkir diajukan ke Pengadilan Negeri Pa dang, Rabu (2/9). Dia diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mulyana Safitri, SH, dituduh telah melakukan tindak pidana perkosaan. Lebih lanjut dijelaskan, perbuatan ter sebut tidak hanya sekali dua kali di lakukan An. An melakukan perbuatan tersebut berulang kali, hingga akhirnya korban sebut saja namanya Las yang masih berusia 12 tahun hamil. Aksi tersebut dilakukan An di rumahnya pada pertengahan tahun 2007 sampai Maret 2009. Berawal sekitar pertengahan tahun 2007, korban yang merupakan anak dari kakak istrinya itu dibawa An dan istrinya tinggal bersama mereka di Padang. Ke mudian pada hari dan waktu tepatnya tak diingat lagi oleh korban, saat dia berada di rumah berdua saja dengan terdakwa An terjadilah perbuatan yang merusak masa depannya itu. Kala itu korban dipaksa melakukan perbauatn yang tak seharusnya dilakukan itu. Korban Las yang masih di bawah u mur itu mencoba lari keluar, namun terdakwa telah mengunci pintu. Setelah melancarkan aksinya, terdakwa An mengancam Las untuk tidak menceritakan ke pada Tantenya. Dia mengancam akan membunuh dan memukul korban. Seminggu setelah kejadian, terdakwa An kembali mengulangi perbuatannya, korban Las yang tengah duduk di luar ditariknya ke dalam rumah dan kembali memaksa korban Las melayaninya. Se telah itu, dia kembali mengancam korban untuk tidak menceritakannya kepada tantenya. Perbuatan itu terus berlangsung berulang kali hingga bulan Februari 2009, perbuatan itu meninggalkan bekas hingga korban Las hamil. Leluasanya terdakwa An mengulangi perbuatannya, karena istrinya yang ber jualan di Pasar Raya Padang memang tak ada di rumah di siang hari. Sementara An yang bekerja sebagai tukang parkir dan tukang ojek lebih sering berada di rumah bersama korban yang membantu istrinya menjaga anak-anaknya. Selanjutnya pada bulan Maret 2009, saat korban Las telah kembali pulang ke Kampungnya di Payakumbuh, An ber sama temannya Momon menjemput Las. Las kembali dibawanya ke Padang dan dia kembali mengulangi perbuatannya hingga akhirnya perbuatan tersebut te rungkap karena korban hamil. Akibat perbuatannya itu, An yang tinggal di Kawasan Parak Gadang ini didakwa dengan dakwaan alternatif, dengan 3 undang-undang berbeda. Pada dakwaan Kesatu, dia dijerat dengan pasal 81 ayat 1 Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300.juta dan paling sedikit Rp 60 juta. Dakwaan Kedua, An dijerat dengan pasal 46 Undang-undang No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Da lam Rumah Tangga (KDRT), dengan an caman pidana penjara paling lama 12 (dua betas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 36 juta. Dakwaan Ketiga, An dijerat dengan pasal 285 KUHP, diancam dengan hukuman 12 tahun penjara. Setelah pembacaan dakwaan, majelis hakim diketuai Yuzaida, SH, melanjutkan persidangan dengan pemeriksaan saksi korban dan adik ibunya. Saksi korban yang tengah hamil sekitar 8 bulan tampak masuk ke ruang sidang yang digelar secara tertutup itu untuk memberikan ke terangannya. Sementara itu di luar persidangan, tampak istri terdakwa bersama anaknya. Perbuatan terdakwa tampaknya juga memabawa dampak pecahnya hubungan kekeluargaan antara istrinya dengan saudaranya. Setelah pemeriksaan saksi, majelis hakim menunda sidang se lanjutnya sampai pekan depan.(yan)

    more

ALAMAT JLN BY PASS KM 6 (PERTOKOAN SAKURA) PADANG. TELP.(0751) 72536, FAX (0751) 73116, HP 0811663253. DISTRIBUTOR PUPUK & PERDAGANGAN SEMEN & TRANSPORTIR

Informasi Terkini - Padang-Online.Com


Anda mau foto pribadi, keluarga, wisuda dll, datang saja ke Fujiyama Studio jalan Pasar Ambacang No 1 Padang. Telp 0751 22888 dan 23999 .(Pimpinan Dedy S.H)

Mendidik tamatan SMA dan sederajat di bidang Keperawatan menjadi S1 dan Kebidanan D 111. Bergabunglah bersama kami. Alamat Jalan S.Parman No.120 Lolong, Padang. Telp 0751-7884400 dan 40789. Lokasi strategis di pusat kota.

ANTARA - Berita Terkini

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Olahraga

Peluang Bisnis